Minggu, 16 Januari 2011

UPAYA PENINGKATAN KINERJA BONGKAR MUAT BARANG CURAH KERING DI PELABUHAN DUMAI

Desi Selviana P
(224308076)
ZL'08

UPAYA PENINGKATAN KINERJA BONGKAR MUAT BARANG CURAH KERING DI PELABUHAN DUMAI

BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Pelabuhan adalah salah satu pintu gerbang perekonomian, salah satunya adalah Pelabuhan Dumai yang terletak di Kepulauan Riau. Pelabuhan sangat penting peranannya dalam bidang jasa pengangkutan barang melalui laut, maka PT. Bukit Kapur Reksa harus mengadakan peningkatan pelayannan terhadap pengguna jasa agar salah satu sumber devisa khususnya di PT. Bukit Kapur Reksa tetap menjadi sumber devisa yang dapat diandalkan, karena di belakang Hinterland tersebut terdapat perkebunan kelapa sawit yang luas.
                                                                                                           
Pelayanan utama yang harus ditingkatkan adalah pelayanan terhadap kapal dan serta arus lalu lintas barang. Untuk itu kinerja operasional dilapangan terutama dalam hal bongkar muat barang curah kering harus lebih diperhatikan karena muatan yang dibongkar atau dimuat di PT. Bukit Kapur Reksa Dumai sebagian besar adalah muatan curah kering, seperti Bungkil dan Minyak Kelapa Sawit. Sistem kerja dalam lapangan sangat penting peranannya bagi kelancaran arus lalu lintas bongkar muat barang diwilayah pelabuhan yang dilaksanakan kurang sesuai dengan ketentuan yang ada sebagai contoh yang telah terjadi apabila ada pergantian shift kerja, waktu istirahat yang diperbolehkan hanya setengah jam (30 menit) tp ternyata sering kali melebihi waktu yang telah di tentukan, selain itu usia alat yang telah using juga merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya berbagai macam masalah keterlambatan waktu pelayanan yang tidak kalah pentingnya lagi yaitu Tenaga Kerja bongkar muat yang masih kurang baik.

PT. Bukit Kapur Raksa Dumai yang bergerak di bidang jasa bongkar muat barang curah kering seperti bungkil dan muatan cair seperti minyak bumi merupakan bagian dari sistem transportasi laut yang ikut memegang peranan penting, dalam kegiatan bongkar muat curah kering di Pelabuhan Dumai, PT. Bukit Kapur Reksa harus melengkapi peralatan bongkar muat, yaitu alat-alat penunjang pekerjaan bongkar muat curah kering pada PT. Bukit Kapur Reksa adalah sebagai berikut:

1.      Stevedoring
a.       Terdiri dari:
1). Convenyor
2). Crane
            2. Cargodoring
                a. terdiri dari:
                    1). Grave
                    2). Hoper
                    3). Escavator
            3. Receiving / delivery
                a. Terdiri dari:
                    1). Truck.
Maka keberhasilan dan suksesnya kinerja opersional bongkar muat barang curah kering juga harus disertai dengan hubungan kerja sama yang baik antara pihak pengelolapelabuhan dan pengguna jasa


B.     TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN

1.      Tujuan Penelitian:

Agar dapat memberikan suatu masukan yang bermanfaat bagi PT. Bukit Kapur Reksa agar dapat diperhatikan kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Dumai. Bagaimana cara mengatasinya sehingga kinerja operasional bongkar muat barang curah kering dapat berjalan baik.

2.      Kegunaan penelitian:

Untuk menambah pengetahuan serta wawasan terhadap masalah yang sering dijumpai dalam proses bongkar muat dan dapat memahami serta menanggulangi masalah tersebut, guna menunjang kelancaran pelayanan kapal maupun barang.


C.    PERUMUSAN MASALAH

Penulisan telah menumukan berbagai masalah yang menyebabkan kurang optimalnya kinerja bongkar muat barang curah kering di PT. Bukit Kapur Reksa, dari berbagai masalah tersebut penulis merumuskannya menjadi beberapa masalah pokok:

1.      Kurangnya perawatan terhadap alat-alat bongkar muat pada curah kering di PT. Kapur Reksa?
2.      Pengaruh apa yang  melatar belakangi turunnya kinerja bongkar muat barang curah kering di PT. Bukit Kapur Reksa?
3.      Langkah apa saja yang harus dilaksanakan oleh PT. Bukit Kapur Reksa dalam meningkatkan kinerja bongkar muat barang curah kering?


D.    PEMBATASAN MASALAH

Dalam pembatasan masalah yang angkat oleh penulis difokuskan pada bongkar muat barang curah kering yang ruang lingkupnya mencakup peralatan yang mulai using dan Tenaga Kerja bongkar Muat (TKBM) yang kurang terampil dalam menggunakan peralatan bongkar muat di PT. Bukit Kapur Reksa. Melihat pembahasan dalam penyusunan proposal ini, maka penulis akan membatasi kegiatan penelitian tentang bongkar muat barang curah kering di Pelabuhan Dumai.


E.     SISTEMATIKA PENULISAN

Dalam sistematika penulisan proposal ini disajikan berdasarkan urutan, yang saling berhubungan dan berkaitan satu dengan yang lainnya.


KESIMPULAN

Dari semua permasalahan yang telah diuraikan pada bab I sebelumnya maka dapat di tarik kesimpulan yang merupakan ringkasan dari keseluruhan proposal ini.

Hambatan yang terutama dalam kegiatan bongkar muat barang curah kering adalah kurang memadai alat-alat bongkar muat yang ada baik dari segi usia alat yang sudah using maupun jumlah jenis alat yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat barang curah kering pada PT. Bukit Kapur Reksa, kesimpulan ini diambil karena dari beberapa hambatan utama yang ada faktor alat-alat yang kurang memadai memiliki nilai kekuatan penghambat yang tertinggi dan rendahnya pengetahuan atau pendidikan tenaga kerja bongkar muat. Untuk itu dapat mempengaruhi dalam menangani muatan, apabila pengetahuan atau pendidikan yang dimiliki semakin minim terhadap muatan dapat menyebabkan keliruan dan kerancauan dalam pelakasanaan kegiatan bongkar muat. Sehingga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar